TANGISAN PERTIWI

90 Pembaca

TANGISAN PERTIWI

Oleh: Norma Eka Lestari

 

\1\

Perjuangan  mengasa harapan dibalik tebing kenistaan

Kuncup-kuncup tak hendak  mekar terinjak oleh binatang liar

Sepucuk salam tersirat  menghantar telepati

Diantara bintang dan sasmita, keindahan tak ku lihat pula

\2\

 Perjuangan; tandangan dan tantangan

Darah yang segar menguliti jiwa yang rapuh

Dari iba air mata seorang perempuan

Kecewanya tertandas atas tindasan nasib kaumnya

\3\

“wahai kaum hawa mengapa sembunyi di  tempat sunyi ini?”

Selama denyut waktu menderma helaan  nafasnya untuk kebangkitan

Kita bongkah serongkah-rongkahnya belenggu zaman

Meski harus menggigit akar di tepian  ladang penindasan

\4\

Wanita  terlahir dari kelembutan hati nan suci

Elok parasnya berbau kasturi  surgawi

Lekukan bibirnya nan indah bagai teratai

Bumi pertiwi tak boleh tersakiti

Leave a Comment