95 Pembaca

Waktu semakin berputar hari semakin berganti tahun pun berubah. Yang telah pergi digantikan yang baru datang yang telah tenggelam digantikan dengan yang baru terbit, yang gelap digantikan yang terang dan yang lama digantikan yang baru. hilir mudik jabatan pun, tak mau ketinggalan. Periode baru telah dimulai kami ucapkan selamat kepada para menteri yang terpilih terkhusus kepada beliau sang jenderal pembawa bendera kedamaian agama seluruh umat di Indonesia, Bapak Jenderal (PUR) H. Fachrul Rozi. Sebagai menteri Agama terpilih di kabinet Indonesia Maju periode 2019-2014. Sungguh kabar yang sangat menggembirakan dan langka, dimana Kementrian Agama dipimpin oleh seorang jenderal yang berlatar belakang militer, namun sesuatu yang baru, tentunya akan memunculkan hal-hal yang baru pula.

Sudah selayaknya kabar gembira mendapatkan sambutan yang menggembirakan pula. Untaian syukur tak terkira kami lontarkan dari lisan kami, tak hanya ucapan syukur, doa-doa terbaik kami pun kami panjatkan untuk kelancaran kepemimpinan selanjutnya. Sosok Pemimpin baru, tentunya tak luput dari kata pencapaian baru. harapan-harapan  baru pun mulai  mengisi lembar-lembar tugas beliau, sang menteri agama, dari kami semua terutama para calon guru Madrasah Ibtidaiyyah yang notabennya bernaung dibawah naungan kementrian Agama. Tak ada yang lebih baik dari kata mewujudkan sebuah harapan untuk mencapai kuantitas terbaik sebuah  kepemimpinan.

Apa yang sebenarnya kami harapkan? Tentang sebuah keinginan tentunya. Dan  pastinya berkaitan dengan masa depan serta cita-cita. Hak setiap insan sebagai makhluk tuhan untuk mewujudkan cita-cita dan pengarapannya. Seorang  guru menentukan masa depan anak didiknya untuk masa mendatang.   Seorang guru tak hanya sekedar mendidik, membimbing, mengajar, memotivasi, memonitor, dan lain sebagainya. Mengantarkan anak didik menuju pintu gerbang keberhasilan dalam belajar tentunya bukanlah hal yang mudah bagi seorang guru. Semuanya tentu tak luput dari dukungan dan dorongan pihak-pihak terkait. Dalam hal ini kementrian Agama berperan penuh dalam mewujudkan masa depan calon guru madrasah ibtidaiyyah. Sebagaimana mestinya, dimana seorang pemimpin mengayomi anggotanya, disini para calon guru Madrasah Ibtidaiiyah tentunya menaruh harapan besar mereka kepada Kementrian Agama perihal masa depan, cita dan harapan mereka sebagai seorang calon guru Madrasah Ibtidaiyyah.

Kami para calon guru, tentunya membutuhkan dorongan penuh dari pihak-pihak yang bersangkutan, terutama Kementrian Agama sebagai atap rumah kami. Kami membutuhkan sebuah pengakuan tentang keberadaan kami, kami ingin dikenal, kami ingin pula diakui. Untuk kami para calon guru, kami berharap agar supaya kementerian Agama lebih memajukan program studi  guru madrasah Ibtidaiyyah untuk mencetak calon guru yang sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan, agar calon guru kedepannya tetap dapat memantaskan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan ajaran teologi sebagai pondasinya, agaknya kementerian agama lebih dalam menuntun kami dan membawa kami menuju sebuah tingkat intelektual yang lebih tinggi dari sebelumnya karena harapan besar telah diamanahkan kepada kami para calon guru untuk mencetak SDM yang mumpuni bagi generasi mendatang generasi bangsa dan negara ini.    

Disisi lain bukan hanya para mahasiswa pendidikan madrasah ibtidaiyyah saja yang menaruh harapan besar untuk keberlanjutan mereka sebagai mahasiswa dan juga calon guru. Ada mereka juga, yang justru lebih membutuhkan perhatian lebih, yakni mereka yang telah terjun dalam dunia pendidikan, mereka  yang telah mendedikasikan diri untuk pendidikan, mereka yang telah mendeklarasikan diri sebagai seorang guru. Sang pahlawan tanpa tanda jasa. Seorang guru merupakan sorotan pertama bagi publik perihal dunia pendidikan, bukan tak lain karena seorang guru lah faktor utama yang menjadi penunjang dalam proses belajar dan pembelajaran.

Kesejahteraan tentunya menjadi yang pertama untuk disoroti, karena keberlanjutan seorang guru juga tergantung pada kesejahteraan pula. Kesejahteraan memang menjadi salah satu problem yang mengganjal. Kedepannya harapan kami tentunya kesejahteraan sudah tidak menjadi polemik lagi yang dapat menimbulkan isu-isu tidak sedap yang tak kunjung menemukan titik temu.  Kesejaheraan memang boleh jadi yang pertama, akan tetapi yang tak kalah penting juga adalah fasilitas bagi para guru untuk mempermudah proses pembelajaran yang ada.  Kami ada untuk mewujudkan cita-cita bangsa mencetak generasi bangsa dan negara untuk Indonesia, ada baiknya pemerintah juga dapat memberikan kontribusi penuh agar dapat mengimbangi kinerja kami, para guru. Harapan kedepannya, Pemerintah terkhusus Kementrian Agama tentunya, supaya lebih memperhatikan lagi masa depan para calon guru dan para guru Madrasah Ibtidaiiyah.

Tak ada yang lebih baik dari sebuah perhatian, tak ada yang lebih Indah dari sebuah kasih sayang. Kami butuh bukti, kami butuh apresiasi dan kami butuh pembuktian dalam sebuah tindakan konkret, bukan hanya kabar, bukan hanya wacana atau rencana yang tentunya entah sampai kapan akan dilaksanakan. Kepada kalian kami serahkan harapan kami.

Leave a Comment