SANG PELOPOR KESETARAAN

108 Pembaca

SANG PELOPOR KESETARAAN

Oleh : Abida Rahma Febriani

 

Dikala jeruji pembatas keadilan kokoh menghalang

Dikala tulang rusuk adam terpenjara dalam sangkar biduk rumah tangga

Dikala jiwa muda mereka terampas oleh retorika budaya

Dikala kebebasan kaum hawa terpasung peraturan adat

Saat itulah sang pahlawan pendobrak pembatas mulai mensabdakan kemarahannya

Dia tak kuasa melihat tangis sang ibu pertiwi yang pilu

Sang bunga jelita bodoh tak berilmu

Dia sang pelopor cipta karsa habislah gelap terbitlah terang

Menyuarakan hak pendidikan bagi kaumnya

Tak kuasa melihat rusaknya pendidikan pertama para calon generasi bangsa

Hati mana yang tak teriris melihat bunga-bunga bangsa yang layu

Asanya yang tinggi menjulang mengibaskan segala halang rintang

Tak peduli segala titk jenuh perjuangannya

Hanya mengentaskan ketidakadilan yang menjadi tujuan utama

Kartini….. berjuang bersama segala harapan yang ada di pundaknya

Peluh terkucur tangis menyembabkan mata bukan sebagai peruntuh asanya

Percaya akan kodrat Tuhan yang Maha Adil dan Maha Bijaksana

Do’a terucap harapan terlirihkan bersama suara-suara dengung ketulusan

Kartini….. engkau laksana sinar cahaya bintang diantara gelapnya awan

Laksana oase diantara gurun yang gersang

Laksana mata air mengaliri tanah kering nan tandus

Sang Emansipator… Sang Pelopor……

Kini segala lelahmu terbayar sudah

Emansipasi bagi kaum hawa telah tercipta

Kami bersyukur memiliki pahlawan ayu nan elok sikapnya

Pantas untuk dikau tersematkan gelar emas sebagai pahlawan

Dari kami untuk dikau wahai sang pelopor kesetaraan                                  

 

                                                 

 

                                   

Leave a Comment