Kebakaran Hutan yang Terjadi di Pulau Kalimantan Barat

207 Pembaca

 

Kalimantan barat adalah salah satu provinsi yang ada di negara Indonesia, yang memiliki iklim tropis. Provinsi ini merupakan wilayau kepulauan dan di mana masih banyak terdapat hutan hujan di wilayahnya. Hutan Kalimantan merupakan salah satu dari hutan besar yang ada di Indonesia, oleh karena itu hutan Kalimantan banyak terdapat berbagai macam flora dan fauna. Namun, di beberapa tahun terakhir, Kalimantan Barat sering mengalami kebakaran hutan lantaran beberapa faktor yang ada, mulai dari faktor buatan atau dari manusianya sendiri hingga faktor alam.
Faktor alam yang menyebabkan kebakaran hutan memang tidak bisa dihindarkan dan tidak ada yang bisa disalahkan dalam hal ini. Akan tetapi, untuk faktor dari tindakan manusia perlu untuk ditindak dan dievaluasi. Memang sebuah keresahan tersendiri dimana manusia banyak yang kini kehilangan kesadarannya sampai-sampai melakukan suatu perbuatan yang bisa merugikan banyak orang termasuk dirinya sendiri, khususnya merugikan lingkungan hidup. Hal ini tentunya sudah di sadari sebelumnya, akan tetapi mereka hanya mementingkan dirisendiri hanya untuk mengambil ke untungan pribadi, misalnya ingin membersihkan lahan pertanian atau membuka lahan pertanian yang baru dengan membakar lahan hutan untuk dijadikan objek pertanian, Sedangkan hutan sendiri adalah sejenis habitat yang di dalamnya banyak spesies bergantung.

Oleh karena itu, aksi dari manusia dalam menyebabkan kebakaran hutan harus diadili. Terlebih jika itu dengan tujuan untuk kepentingan diri mereka sendiri. Ada banyak alasan yang dimiliki oleh oknum saat melakukan aksi pembakaran hutan, di antaranya adalah untuk pembukaan lahan yang baru atau pembangunan gedung-gedung yang baru dan lain-lain. Akan tetapi, mereka sama sekali tidak memikirkan bagaimana dampak dari kebakaran hutan yang terjadi, kembali pada kebakaran hutan yang terjadi pada tahun 1997 pada masa itu kebakaran hutan menyebabkan menyebarnya emisi gas karbon dioksida ke atmosfer, dan pada masa itu pula kebakaran hutan di Indonesia salah satu nya adalah pulau Kalimantan sehingga di sebut-sebut sebagai sejarah kebakaran hutan terparah, dampak yang terjadi pada masa itu pun sangat parah termasuk jatuhnya pesawat dan efek asap yang sampai pada negara-negara tetangga bahkan Australia, kebakaran hutan pada masa itu berlangsung lebih dari 7 bulan, bayangkan betapa parah nya kebakaran hutan yang terjadi pada masa itu, tidak kah mereka fikirkan dan takutkan apabila masa itu terulang kembali. dampak lain dari kebakaran hutan adalah meningkatnya jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA) dan kanker paru-paru. Tentu saja ini bisa menyebabkan kematian bagi penderita, asap yang di sebabkan oleh kebakaran hutan juga dapat menambah parah para penyakit TBC/asma. Asap yang di timbulkan juga sangat berpengaruh di berbagai segi kehidupan antara lain pendidikan, agama, dan ekonomi. Seperti yang sebelum nya terjadi banyak sekolah yang di liburkan karena ada nya kabut asap, begitupun dari segi ekonomi, tentu ini sangat menghambat system perekonomian bahkan masyarakat di himbau untuk tidak berpergian ke luar rumah, karena dampak dari kabut asap ini sangat berbahaya, pengaruh lainnya juga terjadi pada sarana perhubungan/transfortasi yaitu berkurangnya batas pandang, sering terjadinya kecelakaan akibat dari jarak pandang yang minim, kebakaran hutan juga mengakibatkan punahnya ekosistem yang ada di hutan. Tidak kah mereka fikirkan nasib dari flora dan juga fauna yang ada di dalam hutan tersebut.

Flora serta fauna yang terdapat di dalam hutan tentu akan melarikan diri. Namun, tentu ada juga yang hangus terbakar api lantaran ulah dari manusia itu sendiri, putusnya rantai makanan dan kerusakan pada ekosistem hutan, begitu banyak flora dan fauna yang musnah akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi bahkan kita tidak tau berapa banyak hewan-hewan liar yang musnah kebakaran hutan di pulau Kalimantan cukup parah dan sempat juga menyebarkan efek ke negara tetangga, hewan hewan seperti orang utan yang kabur lantaran kebakaran hutan, bisa kita bayangkan betapa banyak nya satwa yang punah atau mungkin melarikan diri, Mereka tentu akan kehilangan tempat tinggal aslinya, terbunuhnya satwa liar dan musnahnya tanaman dan rusak sudah habitat nya, kebakaran hutan ini menyebabkan banyak spesies endemik/khas di suatu daerah turut punah sebelum sempat di kenali/diteliti. Bahkan akan menjadi keresahan tersendiri jika mereka masuk ke wilayah pemukiman penduduk karena perasaan tidak memiliki rumah untuk tinggal. Maka tidak mengherankan jika akhir-akhir ini ada banyak kasus penemuan hewan liar seperti singa dan macan yang masuk ke pemukiman warga. Berbeda lagi dengan faktor alam misalnya karena kemarau panjang atau adanya sambaran petir kala hujan datang.

Musim tentu tidak bisa diperkirakan oleh manusia, sehingga saat kemarau datang dengan masa yang amat panjang adalah hal yang sangat wajar. Akan tetapi, hal tersebut sangat berpengaruh kepada kondisi hutan yang setiap hari terkena sengat matahari menyebabkan munculnya percikan api. Juga karena adanya petir yang menyambar sehingga memunculkan percikan api. Jika di bandingkan dengan factor manusia, factor alam memang sangat jarang terjadi, tapi tidak bisa di pungkiri kalua faktor alam juga bisa menyebabkan kebakaran pada hutan, musim kemarau dan pencegahan kebakaran hutan menjadi pendukung terjadinya kebakaran hutan, sambaran petir yang terjadi pada hutan yang kering karena musim kemarau yang panjang. Kebakaran di bawah tanah/ ground fire pada daerah tanah gambut, kebakaran ini susah untuk di ketahui dan sangat sulit di padamkan dengan metode biasa. Di perkirakan lebih dari 100 kasus kebakaran di bawah permukaan tanah yang terjadi di Kalimantan terutama di kawasan tanah bergambut, hal yang menyulitkan, tidak semua kebakaran mengeluarkan asap yang bisa di lihat tanpa peralatan khusus, kebakaran dibawah tanah ini adalah salah satu penyebab kebakaran hutan yang terjadi secara rutin dan berulang kali tiap tahun pada saat musim kering, potensi kebakaran di lahan gambut dapat menjadi semakin besar jika terjadi pengeringan. Hal ini di sebabkan fungsi penyerapan air pada gambut sudah tidak berfungsi sebaga tanah dan sifatnya seperti kayu kering. Ketika lahan gambut kering, api kecil bisa memicu kebakaran, api bisa menyebar hingga lapisan gambut dalam yang kedalaman nya bisa 4 meter, walaupun api dipermukaan sudah padam, bukan berarti api di lapisan dalam juga sudah padam, api itu bisa bertahan berbulan-bulan bahkan menjalar ke tempat lain, dan bahkan mungkin api yang di bawah bisa menyulut ke permukaan, hal ini lah yang juga menjadi factor alam penyebab kebakaran hutan dan lahan.Meskipun demikian, manusiatetaplah berperan penting dalam melestarikan dan menjaga ekosistem, habitat, flora, dan fauna yang ada di hutan, karena kelestarian hutan juga merupakan oksigen terbaik dan tersehat bagi makhluk hidup.

Ratika Oktapia Mahasiswi Prodi PGMI Semester 1

Leave a Comment