kebakaran di hutan Indonesia

19 Pembaca

NAMA: DIANA AULIA

PRODI: PGMI

KELAS: 1B MAHA SISWA IAIN PONTIANAK

 

  KEBAKARAN HUTAN DI INDONESIA

Indonesia adalah salah satu Negara yang sebagian besarnya terdapat sekitar jutaan hektar hutan. Hutan di indonesia sering dijuluki sebagai paru-paru dunia. Hal ini wajar mengingat jumlah pepohonan yang ada di dalam kawasan hutan ini bisa mendaur ulang udara dan menghasilkan lingkungan yang sehat bagi manusia. Indonesia memiliki hamparan hutan yang luas. Dengan luas hutan Indonesia sebesar 99,6 juta hektar atau 52,355% luas wilayah Indonesia, hutan indonesia menjadi salah satu paru-paru dunia yang sangat penting perannya bagi kehidupan isi bumi. Selain dari luasan, hutan juga menyimpan kekayaan hayati. Berbagai flora dan fauna endemic hadir di hutan Indonesia menjadi kekayaan Indonesia dan dunia namun sayangnya, saat ini sering terjadinya kebakaran hutan di wilayah Indonesia. Menurut data satistik, kebakaran hutan di Indonesia sebanyak 90% disebabkan oleh manusia dan selebihnya adalah kehendak alam.seperti banjir atau longsor.

Kebakaran hutan, kebakaran vegetasi, kebakaran semak adalalah sebuah kebakaran yang terjadi dialam liar, tetapi juga dapat memusnahkan rumah-rumah dan  lahan pertanian disekitarnya. Penyebab umum termasuk petir, kecerobohan manusia, dan pencegahan kebakaran. Musim kemarau dan pencegahan kebakaran hutan kecil adalah penyebab hutan besar. Secara menyeluruh dapat disimpulkan bahwa kebakaran hutan di Indonesia adalah dimana peristiwa dimana hutan yang digolongkan sebagai ekologi alamiah mengalami perubahan bentuk yang disebabkan oleh aktifitas pembakaran secara besar besaran.

Indonesia adalah salah satu Negara yang sebagian besranya terdapat sekitar jutaan hektar hutan. Hutan di Indonesia sering dijuluki sebagai paru-paru dunia. Hal ini wajar mengingat jumlah pepohonan yang ada didalam kawasan hutan inin bisa mendaur ulang udara dan menghasilkan lingkungan yang lebih sehat bagi manusia. Indonesia memiliki hamparan hutan yang luas. Dengan luas hutan Indonesia sebesar 99,6 juta hektar atau 53,3% luas wilayah Indonesia, hutan Indonesia menjadi salah satu paru-paru dunia yang sangat penting peranannya bagi kehidupan isi bumi. Selain dari luasan, hutan Indonesia juga menyimpan kekayaan hayati.

Indonesia adalah suatu Negara dengan iklim tropis yang terdri dari ribuan pulau. Walaupun daratan Indonesia tak seluas lautannya, hutan di Indonesia sangat banyak mulai dari ujung Aceh sampai hingga Marauke( papua). Beberapa tahun yang terakhir kebakaran di Indonesia kerap terjadi, hai itu diebabkan dua factor yaitu factor alam dan buatan manusia. Mengenai factor alam memang taka da yang dapat disalahkan, namun mengenai factor buatan yaitu manusia itulah hal yang perlu dievaluasi. Manusia kini telah kehilangan kesadarannya hingga mereka melakukan hal-hal yang merugikan banyak pihak diantarannya merugikan lingkungan hidup contohnya hutan.

Hutan adalah habitat dari ribuan spesies makhluk hidup yang saling bergantungan.  Maka dari itu, aksi manusia membakar hutan untuk memenuhi maksud dari dalam dirinya sendiri memang perlu diadili. Alasan meraka melakukan pembakaran hutan yang beragam mulai dari ingin membuka lahan tanam baru hingga berdirinya gedung-gedung  bertingkat. Namun, hal yang disayangkan yaitu betapa mereka tidak memikirkan naeka flora dan fauna yang tinngal didalam hutan tersebut.

Flora dan fauna didalam hutan akan melarikan diri bahkan akan mati hangus terbakar api yang berkobar karena ulah manusoa. Mereka akan kehilangan habitat aslinya dan akibat dari hal tersebut yaitu larinya para satwa kepemungkinan penduduk. Meareka merasa tempati sehingga jalan terakhir ialah lari kepemungkiman warga sekitar. Tk heran bila akhir-akhir ini kasus ditemukan hewan liar seerti macan dan singa dipemungkiman warga sering dikabarkan. Seperti kata pepatah mengatakan apa yang kita lakukan akan berbalik pada diri sendiri, maka berbuatlah sesuatu yang baik. Sedangkan factor alam dari kebakaran hutan yaitu musim kemarau dan adanya sambaran petir saat hujan. Musim memang tak dapat diprediksi manusia, sehingga bila musim kemarau tiba dengan jangka waktu yang sangat panjang itu wajar. Namun, hal itu memengaruhi keadaan hutan yang setiap hari disinari matahari terik dapat menimbulkan percikan api. Hal ini

Leave a Comment