Ganti Menteri, Ganti Kurikulum, Ganti Kebijakan dan Lulusan PGMI boleh Berharap ?

669 Pembaca

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh rakyat Indonesia. Yakni hari dimana pengumuman menteri kabinet Indonesia maju periode 2019-2024 di umumkan langsung oleh presiden serta melantiknya juga.

Tepat pukul 10.00 tadi telah di umumkan menteri Kabinet Indonesia maju, salah satu menteri yang dilantik yakni Nadiem Makarim sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang sebelumnya disandang oleh Muhajir Effendy. Siapakah Nariem makarim ? Dia adalah salah satu pendiri transportasi ojek online di Indonesia yakni Gojek yang lahir 2010 yang sampai saat ini berkembang pesat serta menjadi salah satu Star Up di Indonesia.

Kalau dilihat dari pesan presiden Joko Widodo untuk Mendikbud, “Kita akan membuat terobosan-terobosan yang signifikan dalam perkembangan SDM, yang menyiapkan SDM-SDM yang siap kerja, siap berusaha, yang me-link and match antara pendidikan dan industry nanti diwilayah mas nadiem” (Detiknews). Keinginan presiden melahirkan SDM yang bisa meningkatkan pembangunan Indonesia lebih maju.

Berkaitan dengan itu, dalam dunia pendidikan publik pastinya bertanya-tanya, terutama mahasiswa, guru, dosen dan aktivis pendidikan lainnya. Apakah ganti menteri pendidikan dan kebudayan apakah kurikulum diganti juga ?. Pasalnya setiap periodik menteri pasti ganti kurikulum, seperti alasan waktu KTSP diganti K13 yakni alasan yang pertama adalah materi pelajaran melampaui tingkat berpikir anak. Alasan ini menggunakan teori perkembangan kognitif yang dikemukakan oleh Piaget. Anak-anak pada usia sekolah dasar masih berada tingkat berpikir konkrit. Itu menurut salah satu penganalisis pergantian kurikulum.

Sebagai mahasiswa PGMI dan calon guru, pastinya berharap agar tidak tergesa-gesa dalam mengganti kurikulum yang ada, namun bisa di permudah untuk meningkatkan kualitas guru dalam mengajar. Tidak melupakan kesejahteraan guru juga harus diperhatikan agar suasana hati dalam mengajar lebih tenang dan semangat setiap paginya.

Harapan untuk penyetaraan Hak atas lulusan pendidikan dasar juga menjadi harapan yang besar dalam hati setiap lulusan PGMI. Pasalnya dari pusat sudah ada penyetaraan namun di otonomi daerah belum merata dalam hak tersebut. Hak yang kami maksud adalah hak dalam mengajar dan berperan penuh di Pendidikan Nasional. Bukan berarti kita berharap menjadi ASN, namun juga bisa bermanfaat lebih dalam menyumbangkan pendidikan kita semua dengan jalan menjadi ASN.

Semangat bekerja keras wahai Bapak Mendikbud Baru, kau harapan kami dalam 5 tahun kedepan. Guru Indonesia juga pengen sejahtera dan merata di seluruh daerah di Indonesia.

 

 

Leave a Comment