Ada Apa dengan Otak Kita

172 Pembaca

Otak merupakan organ yang dimiliki oleh setiap manusia. Namun, seberapa seringkah kita berfikir tentang otak kita? Misalnya, tentang kompleksitas cara kerja otak sehingga mampu menyimpan kenangan masa lalu. Bahkan disadari atau tidak kepribadian dan kesadaran diri kita juga dipengaruhi oleh kerja otak.

Dibeberapa pertemuan, saya berkesempatan membahas tentang otak manusia bersama dosen analisis strategi pembelajaran tematik, Dr. Hibana Yusuf, M.Pd. Beliaulah yang menggerakkan hati saya untuk menulis sedikit tentang otak manusia.

Dr. Hibana Yusuf, M.Pd. menjelaskan dengan menganalogikan bahwa sistem kerja otak manusia itu sama seperti otot. Semakin sering otot digerakkan maka akan semakin kuat. Begitupun dengan otak manusia, semakin sering diasah maka akan semakin tajam.

Hasil penelitian sebuah laboratorium di USA yang meneliti otak manusia menerangkan bahwa otak adalah satu-satunya benda ajaib yang ada didunia. Mengapa? Karena semakin otak diisi maka akan semakin luas daya tampungnya. Tidak ada benda lain yang sama seperti otak dan tidak ada kata penuh bagi otak.

Apakah kalian tahu, berapa kapasistas memori otak kita?
Kapasitas memori otak manusia adalah 15 dipangkatkan 15 dengan berat sebesar 2% dari semua berat badan tubuh kita. Ajaib!!!

Tuhan memberikan anugerah yang besar kepada makhluk yang Dia ciptakan. Tidak heran jika banyak yang mampu menghafal kitab setebal al-Quran. Bahkan jika kita mau melihat berapa kapasitas memori otak yang diperlukan untuk menghafal al-Quran maka coba kita lihat aplikasi al-Quran didalam smartphone. Aplikasi al-Quran yang saya miliki hanya membutuhkan penyimpanan memori 30,32 MB. Angka yang kecil jika dibandingkan dengan kapasitas memori otak kita. Lalu, masihkah kita berkata “Otakku sudah penuh”?. 

Otak kita adalah pusat komando pada sistem syaraf pusat yang dilindungi oleh tengkorak yang besar dan mewah jika dibandingkan dengan anggota tubuh yang lain. Kita mengenal usia golden age, yaitu usia 0-8 tahun. Menurut hasil survei pada usia 0-4 tahun perkembangan otak sudah mencapai 50% dan diusia 4-8 tahun perkembangan otak mencapai 80%. Maka banyak para pakar yang menyebutkan bahwa diusia ini anak harus mendapatkan stimulus dan gizi yang cukup supaya otak dapat berkembang secara maksimal, karena pada usia 8-18 tahun otak hanya mengalami perkembangan 20%.

Apakah kalian mengetahui bahwa benda putih yang lunak ini mampu beregenerasi?
Ya, otak manusia mampu memperbaiki dan memperbarui dirinya sendiri. Keajaiban lainnya adalah bahwa otak tidak merasakan sakit.

Bahkan seorang manusia dapat melakukan operasi otak tanpa dibius. Jelas sekali! Karena otak tidak memiliki reseptor sakit.

Bagaimana dengan sakit kepala?
Sakit kepala terjadi bukan karena ada rangsangan pada reseptor sakit di otak, melainkan di selaput otak yang disebut durameter. Durameter dipenuhi oleh reseptor rasa sakit. Jadi, saat kita pusing sebenarnya durameter inilah yang mengalami rasa sakit.

Demikianlah Allah menciptakan otak yang keberadaannya sangat vital bagi manusia. Bisa dibayangkan bagaimana jika otak tidak mampu memperbarui dan memperbaiki dirinya sendiri. Rusak!!!
Tentu tidak bisa dibayangkan juga seandainya otak merasakan sakit.

Syukur alhamdulillah, mari merenungi sejauh mana kita memanfaatkan dan menjaga otak kita, satu anugerah besar yang Allah titipkan kepada kita. Mari sama-sama kita bermuhasabah.

Sleman, 05/10/2019 [Laila fajrin]

Leave a Comment